Trading itu Gampang

visit forexsimpro.wordpress.com and asiaroxy.com

Wall Street tersungkur, obligasi dekati rekor terendah

Kondisi yang tidak mengenakkan mewarnai pasar Amerika hari ini, menyusul rilisnya data penjualan ritel yang dinilai tidak banyak membantu. Tercatat yield obligasi pemerintah Amerika bertengger direkor terendah, minyak menguat dan dolar tergelincir ke level terendahnya dalam satu bulan terakhir terhadap yen.Data penjualan ritel memicu spekulasi bahwa the Fed akan meluncurkan lebih banyak lagi kebijakan stimulus. Wall Street mengakhiri perdagangan pagi ini dengan melemah walau laporan pendapatan Citigroup sempat mengurangi besaran loss yang diderita.

S&P 500 membukukan penurunan sebanyak tujuh dari total delapan sesi akibat prospek ekonomi AS tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Penjualan ritel AS yang turun 0,5 persen di Juni, merupakan penurunan yang ketiga kalinya secara berturut-turut, akibat menurunnya permintaan mulai dari otomotif, barang-barang elektronik sampai bahan bangunan. Ini adalah sinyalemen bahwa perekonomian masih lesu.

Agenda yang patut ditunggu minggu ini adalah pidato tengah tahun Ben S Bernanke esok, pada hari Selasa dan Rabu waktu setempat. Kali ini pelaku pasar akan mencari tahu kemungkinan waktu diluncurkannya kebijakan stimulus.

Disamping itu yield obligasi pemerintah dengan maturitas 10 tahun diperdagangkan pada angka 1,469 persen dibandingkan sebelumnya 1,442 persen. Sementara obligasi maturitas 30 tahun sentuh level rendah 2,520 persen dibanding 1 Juni lalu 2,510.

Ditengah-tengah aksi berjamaah bank sentral dunia mulai dari Eropa, China dan Brazil yang memangkas suku bunga demi memicu pertumbuhan ekonomi semakin memperlihatkan kecemasan dunia internasional akan melambatnya perekonomian global, namun agaknya Bernanke masih belum akan mengeluarkan kebijakan apapun.

Disinyalir Bernanke tetap membuka lebar peluang diberlakukannya kebijakan stimulus tapi tidak akan secara vulgar memberi petunjuk apapun terkait dengan waktu, dimana keputusan inilah yang sebenarnya sangat ditunggu-tunggu investor.

Kembali kebursa Amerika, Dow Jones ditutup turun 49,88 poin atau 0,39 persen pada 12.727,21. Standard & Poor’s 500 index melemah 3,14 poin atau 0,23 persen dan ditutup pada 1.353,64. Nasdaq melemah 11,53 poin atau 0,40 persen pada 2.896,94.

Bursa Eropa ditutup menguat 0,1 persen dan ditutup pada 1.043,71. Euro tembus level terendah terhadap sterling dipicu kekesalan investor terkait ditundanya akses terhadap dana bailout untuk negara-negara zona euro yang terlilit masalah.

Mahkamah konstitusi Jerman mengatakan tidak akan mengeluarkan dana itu sampai 12 September mendatang sampai dapat dipastikan bahwa dana bailout zona euro sudah sesuai dengan perundangan Jerman.

Terhadap dolar, euro turun sampai $1,2173 dan kemudian berhasil pulih dan diperdagangkan naik 0,2 persen pada $1,2279.

Dari sektor komoditas, harga minyak mendapat sokongan setelah muncul harapan digiatkannya kebijakan stimulus internasional terutama China setelah PM Jiabao mengatakan Beijing akan meningkatkan upaya demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara emas dilaporkan terkoreksi tipis pada level $1.590 per ounce.

Info Detail Klik Here TRAINING AND RECOMMENDATION FOR PROFIT ONLINE TRADING

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: